Apa Itu Elliot Wave dan Bagaimana Cara Dapat Profit Darinya?

Apa Itu Elliot Wave dan Bagaimana Cara Dapat Profit Darinya?

Elliot Wave

Teori elliot wave juga dipanggilkan sebagai indikator elliot wave adalah salah satu cara untuk mengetahui arah dan trend pergerakan harga. Mengetahui kemana harga bergerak merupakan hal mendasar yang perlu diketahui oleh trader, pasalnya dengan mengetahui ini, Anda bisa memperoleh profit atau keuntungan. Namun tentu saja arah harga saham atau forex sangat sulit untuk ditebak, bahkan oleh seorang profesional sekalipun. Untungnya saat ini telah banyak teori atau prinsip yang dikembangkan oleh ahli guna melihat dan mengetahui pergerakan forex, salah satunya adalah teori elliot wave.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang teori elliot wave dan cara kerjanya, mari simak ulasan berikut ini.

Table of Contents

Apa Itu Elliot Wave?

Teori elliot wave atau gelombang elliot adalah salah satu bentuk analisis teknikal yang digunakan oleh trader untuk menganalisis pasar dan memperkirakan tren yan terjadi di pasar. Analisis ini dilakukan dengan mengindentifikasi beberapa faktor seperti psikologi investor, harga tertinggi dan terendah, serta faktor lainnya.

Dalam teori ini, terdapat beberapa garis penanda gelombang harga yang dapat digunakan oleh trader untuk melihat arah pergerakan harga. Teori wave elliot menunjukkan tren pasar bergerak dalam pole gelombang 5-3. 5 gelombang pertama disebut dengan impulse waves atau gelombang impulsif, dan 3 gelombang berikutnya merupakan corrective waves atau gelombang korektif.

Elliott wave terdiri dari lima gelombang impulsif dan tiga gelombang korektif. Menurut teori elliot wave, harga pasar selalu bergantan dari fase impulsif kemudian fase korektif pada setiap waktu. Fase impuls dibagi menjadi 5 gelombang rendah kemudian bergantian antara impulsif dan korektif. Artinya gelombang 1, 3, 5 adalah impuls dan gelombang 2 dan 4 merupakan retrace atau gelombang yang lebih kecil dari 1 dan 3. Sedangkan gelombang korektif dibagi menjadi tiga gelombang yang lebih kecil. Tren pasar adalah dominan ke bawah dengan pola terbalik, yaitu 5-3, 5 gelombang turun dan 3 gelombang naik. Dalam hal ini gelombang impuls bergerak mengikutui arah tren, dan gelombang korektif memiliki arah yang berlawanan.

Sejarah Teori Elliot Wave

Teori elliot wave ditemukan oleh ilmuwan bernama Ralph Elliot yang merupakan seorang akuntan profesional pada tahun 1930-an. Ralph Nelson Elliot yang berhasil mengungkap bahwa data harga saham atau forex di pasar saham tidak bergerak secara acak, namun memiliki pola. Hasil penelitian ini berhasil ia ungkap berdasarkan data saham selama 75 tahun. Pada waktu itu Elliot menyatakan bahwa pergerakan harga pasar membentuk pola yang tetap, spesifik, dan selalu berulang dalam periode tertentu. Itulah mengapa teori pergerakan saham yang ia temukan disebut dengan teori gelombang elliot.

Dalam buku yang ia tulis dengan judul “The Wave Principle”, Elliot mengungkapkan bahwa harga digerakkan oleh pelaku pasar dalam sebuah siklus gelombang yang berulang. Dalam hal ini kondisi psikologis serta emosi kolektif dari pelaku pasar membentuk sebuah ayunan yang bergerak ke atas dan ke bawah. Dengan menganalisa ayunan tersebut, trader dapat memprediksi arah harga pasar berikutnya karena pola dan karakterisitik yang terbentuk adalah sama.

Teori yang dikemukakan oleh Elliot ini didsarkan pada pergerakan harga saham, namun ia mengungkapkan bahwa teori tersebut juga bisa diterapkan pada semua jenis pasar, tidak terkecuali pada forex.

Bagaimana Cara Kerja Elliot Wave ?

Teori elliot wave menunjukkan tren harga berdasarkan kondisi psikologis investor atau trader. Ralph Elliot selaku penemu mengungkap bahwa perubahan psikologis pelaku pasar muncul dalam pola yang sama, yaitu bergerak impulsif dan korektif. Terdapat pergerakan harga yang terus berulang yang disebut gelombang. Gelombang ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu gelombang impuls dan gelombang korektif.

Gelombang impuls terdiri dari 5 gelombang: 3 gelombang naik dan 2 gelombang turun yang dikenal dengan gelombang 1, 2, 3, 4, dan 5. Aturan pada gelombang impuls meliputi:

  • Gelombang 3 merupakan gelombang terbesar
  • Gelombang 1 dan 5 lebih pendek dari gelombang 3
  • Ketika gelombang 3 merupakan impuls terpanjang, maka gelombang 5 memiliki panjang yang hampir sama dengan gelombang 1
  • Gelombang 2 dan 4 memiliki struktur yang berseling, jika salah satu koreksi tajam, maka gelombang satunya akan koreksi datar, begitu juga sebaliknya
  • Gelombang 3 harus lebih tinggi dari gelombang 1, gelombang ini harus membentuk progres

Sedangkan gelombang korektif terdiri dari 3 gelombang, yaitu gelombang impuls turun, gelombang koreksi ke atas, lalu gelombang impuls turun lagi. Masing-masing gelombang diberi nama gelombang A, B, dan C. Jika gelombang A, B, dan C korektif, maka gelombang akan berakhir di 4 gelombang rendah sebelumnya.

Seperti yang dijelaskan diatas, teori wave elliot memiliki pola gelombang 5-3, dimana terdapat 5 gelombang turun dan 3 gelombang naik. Berikut penjelasan detailnya.

Gelombang 5

Tren pergerakan harga pada teori ave elliot memiliki pola tetap yang terdiri dari lima gelombang yang searah dengan tren, yaitu gelombang 1-2-3-4-5 yang kemudian diikuti dengan tiga kelombang korektif yaitu gelombang A-B-C. Dalam hal ini, Ralph Elliot selaku penemu menyebutnya dengan pola gelombang 5-3.

Setiap gelombang yang bergerak akan diurai menjadi sub-bagian yang kecil dengan pola gelombang yang tetap atau sama. Setiap sub-bagian diurai lagi menjadi sub-bagian yang lebih kecil dengan pola yang sama, begitu seterusnya. Pola yang demikian disebut ‘fractals’ yang artinya setiap pola dapat diurai menjadi bagian yang lebih kecil dengan pola dan bagian yang sama.

Pada teori elliot wave, gelombang 1, 2, 3, 4, dan 5 adalah gelombang impulsif. Dalam hal ini, gelombang 1, 3, dan 5 bergerak mengikuti tren pergerakan harga, sedangkan gelombang 2 dan 4 merupakan gelombang koreksi. Namun gelombang koreksi (2-4) beda dari gelombang korektif (A-B-C).

Agar lebih jelas, berikut ini detail dari pola gelombang 5:

  • Gelombang 1: harga saham mulai naik karena ada beberapa investor atau trader menganggap bahwa harga saham tersebut murah dan inilah saatnya untuk melakukan order buy.
  • Gelombang 2: investor atau trader yang membeli saham menganggap harga sudah tinggi kemudian menjual saham tersebut, hal ini membuat harga saham turun namun tidak sampai level terendah.
  • Gelombang 3: gelombang terpanjang, terbesar, dan terkuat karena saham di posisi ini cukup menarik perhatian para investor dan trader yang belum membeli. Rasa penasaran membuat para investor berebut saham. Hal ini membuat harga saham menjadi tinggi dan melebihi gelombang pertama, bahkan lebih tinggi dari level tertinggi.
  • Gelombang 4: Investor atau trader yang membeli di gelombang pertama berpendapat bahwa harga saham sudah terlalu mahal, oleh karena itu mereka segera menjual saham tersebut. Namun gelombangnya pendek, artinya masih ada beberapa yang menahan saham tersebut.
  • Gelombang 5: Saham semakin menarik sehingga harganya semakin tinggi. Fenomena ini disebut histeria atau overvalued. Para trader profesional akan segera menjual saham sehingga terjadi gelombang korektif A-B-C.

Gelombang 3

Dalam teori elliot wave terdapat 5 gelombang yang searah dengan tren utama dan diikuti 3 gelombang korektif/koreksi. 3 gelombang koreksi yang dimaksud adalah gelombang A-B-C serta formasi lainnya yang polanya mengikuti 5 gelombang yang searah dengan tren utama. Berikut beberapa formasi yang ada di gelombang 3 koreksi.

Formasi pola gelombang koreksi Terdapat 21 pola gelombang koreksi yang terjadi di pasar, namun umumnya hanya ada 3 pola gelombang yaitu formasi zig-zag, flat, dan segitiga.

Pola penurunan saham yang paling anjlok, lebih curam dari tren gelombang pertama. Gelombang A-B-C membentuk zig-zag, dimana gelombang B umumnya lebih pendek dibandingkan gelombang A dan C. Pola zig-zag dapat terjadi 2 hingga 3 kali dalam urutan A-B-C dan diulang A-B-C lagi.

Gelombang sideway yang panjang gelombangnya sama. Pada formasi ini, gelombang B memiliki arah yang berlawanan dengan gelombang A dan C. Namun panjang gelombang B dapat lebih panjang dari A, begitu juga puncaknya.

Memiliki bentuk seperti formasi atau gelombang flat namun dibatasi oleh garis tren, baik yang konvergen maupun divergen. Formasi ini terdiri dari 5 gelombang.

Formasi gelombang dalam sebuah gelombang. Tiap gelombang dapat diurai lebih kecil membantuk sub gelombang dengan pola yang sama. Gelombang 1, 3, dan 5 terdiri dari 5 gelombang impulsif yang lebih kecil dan gelombang 2 dan 4 terdiri dari gelombang koreksi yang juga lebih kecil. Pola ini akan terus berulang dan bersifat ‘fractals’.

Cara Mengatur Indikator Untuk Melihat Jumlah Gelombang Elliott Di MT4 (MetaTrader4)

Menggunakan teori elliot wave cukup mudah jika Anda sudah paham pola dan cara kerjanya. Jika Anda masih bingung dengan pola dan gambar pada teori ini, Anda bisa menggunakan platform MT4 atau MetaTrader 4. Pada MT4 sudah tersedia indikator zig-zag yang membantu Anda dalam membaca pola dan arah gerakan teori elliot wave.

Caranya, download platform MetaTrader 4 terlebih dahulu. Setelah itu, lakukan login dan masuk ke platform MetaTrader 4. Lihat gelombang impulse yang terbentuk pada grafik, pastikan gelombang impulse 2 tidak lebih rendah atau tinggi dibandingkan dengan gelombang impulse 1. Anda bisa bersiap untuk melakukan sell pada posisi ini. Usahakan level support ada di level 38.2%, 50% atau 61.8%. Kemudian pasang pending order diatas level support tersebut.

Contoh Cara Menggunakan elliot wave Dalam Trading

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menggunakan atau mempraktikkan teori elliot wave untuk trading forex. Terdapat 2 cara untuk trading forex menggunakan teori ini, yaitu dengan gelombang impulse dan gelombang korektif.

Contoh 1:

Ketika Anda menemukan pola pergerakan harga membentuk tren naik kemudian diikuti tren turun atau koreksi, maka tentukan bahwa gelombang atau tren naik adalah gelombang 1 dan gelombang atau tren turun adalah gelombang 2. Dalam hal ini, untuk menentukan kapan posisi tepat untuk masuk pasar, ingatlah aturan dasar teori elliot waves yaitu gelombang 2 tidak pernah turun dibawah gelombang 1 dalam gelombang impulsif dan gelombang 2 dan 4 sering memantul.

Ketika Anda tarik garis dan menemukan harga telah berada di level 50%, maka Anda bisa memprediksi gelombang 3 akan muncul yang ditandai dengan pergerakan tren yang kuat. Inilah waktu yang tepat untuk mengambil posisi buy. Meskipun gelombang 3 artinya harga akan menguat, namun pastikan Anda tetap memperhatikan risikonya.

Anda perlu membatasi kerugian dengan menerapkan manajemen risiko, caranya tetapkan stop loss pada titik terendah yang mengacu pada teori gelombang elliot. Ingta, gelombang 2 tidak akan pernah lebih rendah atau jatuh dari gelombang 1 yang terbentuk dalam gelombang impulse.

Contoh 2:

Cara kedua adalah dengan memperhatikan gelombang korektif dengan pola A-B-C. Tipe pola ini adalah flat yang nantinya akan membentuk gelombang impulse baru setelah gelombang C berakhir.

Oleh karena itu, bukalah posisi sell ketika trading forex dan tentukan stop loss diatas titik awal gelombang 4. Pasang posisi sedikit diatas titik agar terhindari dari kerugian jika prediksi Anda salah. Jika prediksi Anda benar, maka lanjutkan gerakan turunnya dengan kuat.

Kelebihan dan Kelemahan Belajar Teori Elliott Wave

Beberapa kelebihan belajar teori elliot wave antara lain:

  1. Dapat dengan mudah digunakan oleh trader pemula
  2. Sangat mudah dipraktikkan oleh trader profesional
  3. Dapat memprediksi peluang untung dan rugi dengan tepat, dalam hal ini gelombang impulsif umumnya digunakan untuk mencari peluang selama tren berlangsung dan ketika gelobang impulsif berakhir maka trader dapat mengalikhkan ke gelombang koreksi dan melakukan pembalikan harga.

Sedangkan kelemahan dari teori ini antara lain:

  1. Tetap memiliki risiko yang harus dipahami oleh trader atau investor
  2. Memiliki pola yang banyak sehingga cukup membingungkan para pemula

Hubungan Teori Elliot Wave dengan Fibonacci

Teori elliot wave merupakan analisis teknikal dalam melihat pergerakan saham atau forex yang jika ditelusuri lebih jauh memiliki kaitan dengan Fibonacci. Ralph Nelson Elliot sebagai penemu elliot wave menulis dalam bukunya yang berjudul Nature’s Law, bahwa dasar matematika atau penghitungan dari gerakan gelombang elliot menggunakan angka-angka yang terdapat dalam deret Fibonacci.

Dalam hal ini, trader dapat menerapkan deret angka Fibonacci untuk mengetahui batas koreksi pada gelombang 2, 4, A, serta C. Batas level koreksi ini penting untuk diketahui guna melihat kapan gelombang 3 dan 5 terjadi.

Perlu diketahui bahwa Fibonacci menggunakan level indikator atau rasio sebesar 38,2%, 50%, 61,8%, serta 161,8% yang nantinya bisa diterapkan pada teori elliot wave. Rasio ini dapat melihat serta memprediksi panjang atau tinggi gelombang, besaran turunan pada gelombang koreksi, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Teori elliot wave dapat dipraktikkan sebagai analisis teknikal dalam melihat pergerakan pasar. Teori ini dapat digunakan dalam pasar saham maupun forex. Terdapat pola gelombang 5-3 dalam teori ini, yang terdiri dari 5 gelombang impulsif dan 3 gelombang koreksi. Pergerakan gelombang ini sifatnya tetap dan memiliki pola yang sama sehingga cukup memudahkan para pemula dalam melihat arah harga dan menentukan posisi. Anda dapat mencoba menggunakan teori ini dalam trading yang Anda lakukan guna menarih untung dan mengantisipasi kerugian. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *