APAKAH ANALISA TIME FRAME COCOK UNTUK SCALPER?

APAKAH ANALISA TIME FRAME COCOK UNTUK SCALPER?

Analisa Time Frame artinya melakukan perbandingan pada beberapa Time Frame untuk memperoleh gambaran yang jelas dari arah pergerakan harga yang sedang terjadi. Tujuan utama analisa Time Frame adalah mengetahui arah trend yang dominan sebelum entry.

Analisa dengan memperbandingkan Time Frame trading, atau multiple time frame analysis, perlu dilakukan trader sebelum entry, terutama untuk trader pengguna teknik Scalping yang selalu bermain dengan time frame rendah. Untuk teknik Scalping yang mengutamakan kecepatan, trader forex tidak harus mengamati banyak time frame, melainkan cukup dua chart trading saja, yaitu chart referensi dan chart eksekusi.

Teknik Scalping dengan analisa Time Frame cocok digunakan untuk trading pada pasar yang volatilitasnya tinggi dengan waktu trading yang terbatas, seperti pada indeks harga saham. Pada artikel ini dicontohkan analisa Time Frame untuk Scalping pada indeks saham UK-100, dimana pada umumnya trader menggunakan Time Frame 5 menit untuk eksekusi posisi. Dalam prakteknya, cara ini juga bisa digunakan pada indeks Dow Jones (USA30), Hangseng (HKO43), Nikkei (JPN225) dan lainnya. Time Frame untuk Scalping pada chart referensi harus lebih tinggi dari chart eksekusi. Ada aturan (tidak baku) yang menentukan bahwa chart referensi sebaiknya 6 kali Time Frame chart eksekusi. Untuk trader yang biasa menggunakan Time Frame 5 menit pada chart eksekusi, maka Time Frame chart referensi pada umumnya 30 menit atau 1 jam.

Peraturan dalam cara analisa Time Frame untuk Scalping ini adalah:

- Jika harga bergerak di atas garis EMA-200 pada chart referensi, dan harga pada chart eksekusi
- juga bergerak di atas garis EMA-200, maka trader bisa membuka posisi buy.

- Jika harga bergerak di bawah garis EMA-200 pada chart referensi, dan harga pada chart eksekusi
- juga bergerak di bawah garis EMA-200, maka trader bisa membuka posisi sell.

- Jika harga bergerak di bawah garis EMA-200 pada chart referensi, tetapi harga bergerak di atas garis EMA-200 pada chart eksekusi (tidak sejalan), maka trader dianjurkan untuk tidak membuka posisi, seperti pada contoh di atas. Demikian juga bila harga pada chart referensi berada di atas EMA-200, tetapi harga pada chart eksekusi bergerak di bawah garis EMA-200.

Contoh Analisa Dengan Time Frame dan Terjadi ‘Noise’ pada Chart 15 Menit:

Bandingkan dengan daily chart yang ‘bersih’ dari noise :

Ketika Anda mendapatkan berbagai informasi dan data untuk trading, baik berupa news ataupun analisa yang datang dari berbagai sumber dan pakar, atau hasil analisa Anda sendiri dari chart, mungkin Anda merasa bingung dan ragu untuk masuk pasar. Apalagi jika Anda kurang memahami strategi trading apa yang sebaiknya digunakan, Anda akan semakin tidak percaya diri dan takut masuk pasar karena banyaknya variabel yang bisa diterapkan dalam trading. Biasanya hal ini terjadi karena Anda tidak fokus pada analisa teknikal pada daily chart.

Over analyzing

Banyak trader yang menghabiskan waktunya berjam-jam untuk mendapatkan dan menganalisa data-data fundamental maupun teknikal dan yakin bahwa prediksi atau analisa para pakar dan analis favoritnya dapat memberikan informasi pergerakan harga pasar. Masalahnya adalah bahwa keseluruhan variabel-variabel tersebut telah tercermin secara natural dan sederhana dalam alur pergerakan harga pada chart.

Menurut saya daily chart paling mewakili gambaran pasar. Jika Anda tidak fokus pada analisa daily chart, mungkin Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk variabel-variabel yang kurang berhubungan dengan pasar sehingga membuat bingung, yang pada akhirnya Anda akan masuk pasar dengan lebih ‘menduga-duga’ daripada analisa logis gerakan harga (price action) yang ada pada daily chart.

Dengan daily chart, Anda bisa trading dengan cara ‘set and forget’. Masuk pasar dan tinggalkan. Anda tidak perlu memantau pergerakan harga tiap jam atau bahkan dari menit ke menit, cukup 30 menit setiap harinya untuk menganalisa trading Anda dengan fokus pada daily chart. Tentu saja Anda harus faham strategi trading yang efektif seperti ‘price action’ pada daily chart.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *