Mau Investasi? Yuk Kenalan dengan Obligasi Negara Ritel

Mau Investasi? Yuk Kenalan dengan Obligasi Negara Ritel

Belakangan ini, investasi obligasi negara ritel bisa dikatakan cukup populer di masyarakat. Tidak heran sebenarnya karena instrumen investasi ini bisa dibilang cukup menguntungkan.

Melakukan investasi memang menjadi pilihan untuk perencanaan keuangan ke depan. Terdapat berbagai instrumen investasi seperti saham, reksa dana, emas, hingga obligasi.

Dua instrumen investasi yang cukup populer adalah saham dan reksa dana. Hal ini karena kedua instrumen tersebut menghasilkan imbal hasil yang cukup tinggi.

Meskipun begitu, baik saham ataupun reksa dana juga memiliki risiko yang sama tingginya. Hal ini membuat hasil yang didapat oleh investor pun fluktuatif dan tidak pasti.

Sebenarnya, investor yang menginginkan imbal hasil yang lebih pasti, dapat mencoba instrumen lain.

Investor dapat mendiversifikasikan investasinya melalui Obligasi Negara Ritel, namun sering pula disebut Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Untuk kamu yang belum mengetahui apa itu obligasi negara ritel, jangan khawatir. Pada artikel kali ini, Glints berikan penjelasannya untukmu! Simak selengkapnya!

Pengertian dan Karakteristik

obligasi negara ritel

Pengertian obligasi negara ritel

Sebelum membahas lebih jauh mengenai obligasi negara ritel ini, kamu harus memahami dulu apa itu obligasi.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh korporasi atau pemerintah. Dalam obligasi memiliki nilai nominal, jangka waktu dan tingkat kupon tertentu.

Keuntungan dari investasi di obligasi adalah memperoleh kupon dan potensi mendapat capital gain jika harga obligasi naik.

Obligasi negara ritel atau obligasi ritel Indonesia (ORI) adalah Obligasi Negara yang dijual kepada masyarakat melalui agen penjual dengan volume minimum yang telah ditentukan.

Awalnya, obligasi negara ini tidak ditujukan untuk masyarakat umum namun kepada pihak-pihak tertentu.

Akhirnya pada 2006, pemerintah pertama kali mengeluarkan obligasi negara yang ditujukan untuk masyarakat umum.

Tujuannya adalah untuk menutup kekurangan APBN dengan mengajak masyarakat ikut berinvestasi.

Berinvestasi di ORI bisa berarti ikut berkontribusi dalam pembangunan negara. Ini terjadi karena uang yang diinvestasikan dipergunakan untuk pembangunan negara.

Partisipasi masyarakat dalam investasi di ORI juga memberikan dampak positif lainnya. Dengan banyaknya partisipasi masyarakat, nilai mata uang rupiah dapat menguat.

Karena instrumen ini dikeluarkan oleh negara, keamanannya lebih terjamin dan risikonya pun cukup kecil.

Hingga saat ini, telah dikeluarkan sebanyak 16 seri yang terakhir dikeluarkan pada Oktober 2019.

Karakteristik obligasi negara ritel

Untuk berinvestasi di Obligasi negara ritel, kamu harus memahami karakteristiknya. Dilansir dari Kemenkeu , terdapat 4 karakteristik dari ORI yang disebutkan.

Karakteristik itu adalah ORI tidak berbentuk seperti surat dan dapat diperdagangkan di pasar domestik. Selain itu, ORI memiliki tingkat bunga kupon yang tetap.

Karakteristik lainnya adalah terdapat potensi keuntungan dan kerugian. Terakhir, instrumen investasi ini dapat dibeli dengan harga minimal Rp. 1.000.000 dan kelipatannya.

Cara Mendapatkan

Setelah mengetahui penjelasan di atas, mungkin kamu akan semakin tertarik untuk mendapatkannya. Untungnya, saat ini untuk mendapatkan ORI cukup mudah.

Di masa awal pengeluarannya, ORI hanya bisa didapatkan dengan menghubungi bank-bank tertentu yang ditunjuk oleh pemerintah.

Selain itu, awalnya investasi ini juga memerlukan beberapa syarat administratif yang tak mudah.

Saat ini, pemerintah tidak hanya bekerja sama dengan lembaga perbankan, tetapi juga dengan berbagai lembaga keuangan lainnya. Bahkan, pemerintah juga menjadikan fintech sebagai mitra distribusi resmi.

Dengan perkembangan teknologi, ORI dapat dimiliki hanya melalui genggaman tangan saja. Cara mendapatkannya pun cukup mudah.

Kamu cukup membuka situs mitra distribusi yang akan dipilih, kemudian lakukan registrasi secara online .

Teruntuk kamu yang belum pernah berinvestasi, kamu perlu membuat single investor identification (SID) dan rekening surat berharga via sistem pemesanan online .

Setelah pendaftaran, kamu bisa memesan melalui sistem elektronik mitra distribusi, tentunya setelah membaca ketentuan dalam memorandum informasi.

Pemesanan hanya bisa dilakukan saat periode penawaran ORI berlangsung.

Setelah terverifikasi, investor akan mendapatkan kode pembayaran ( billing code ) via sistem elektronik mitra distribusi atau email kepada investor.

Billing code digunakan untuk penyetoran dana sesuai pemesanan.

Setelah itu, lakukan pembayaran melalui bank/pos atau lembaga persepsi lainnya dengan berbagai saluran pembayaran seperti teller , ATM, internet banking dan mobile banking .

Terdapat batas waktu tertentu dalam melakukan pembayaran bergantung kebijakan tiap mitra distribusi.

Kemudian, calon investor memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order via sistem elektronik mitra distribusi dan email yang terdaftar.

Setelah itu, baru diterima bukti kepemilikan ORI via sistem elektronik mitra distribusi dan email yang terdaftar.

Keuntungan

Seperti disebutkan sebelumnya, berinvestasi di ORI memang memiliki sejumlah keuntungan. Dirangkum dari berbagai sumber seperti Tirto dan CNN Indonesia, keuntungan dari investasi ini di antaranya adalah:

1. Terjamin keamanannya

Seperti diketahui, ORI adalah obligasi atau surat utang resmi yang dikeluarkan oleh negara.

Oleh karena itu, salah satu keuntungan yang juga menjadi keunggulan dari ORI adalah tingkat keamanan dan keterjaminannya.

Karena dikeluarkan oleh negara, risiko gagal bayar menjadi sangat kecil. Hal ini karena pembayaran pokok dijamin oleh negara.

2. Imbal hasil tinggi

Keuntungan lain yang didapatkan dari investasi melalui ORI adalah imbal hasil yang diberikan cenderung tinggi. Untuk ORI seri terakhir saja, ORI016 keuntungan yang ditawarkan sebesar 6,8%.

3. Pajak rendah

Pajak yang dikenakan kepada obligasi negara ritel juga terbilang rendah. Obligasi negara ritel hanya dikenakan pajak sebesar 15%. Sementara itu, instrumen lain yaitu deposito memiliki pajak sebesar 20%.

4. Dapat dijaminkan

Hal lain yang menjadi keuntungan dari berinvestasi melalui ORI adalah dapat dijaminkan. Tak seperti instrumen investasi lainnya, bagi yang memiliki kebutuhan mendesak maka bisa menjaminkan ORI miliknya.

5. Tingkat bunga tetap

Salah satu keuntungan yang membuat ORI menarik investor adalah tingkat bunga tetap. Dengan memiliki tingkat bunga tetap, uang yang di investasikan investor akan lebih aman.

6. Turut berpartisipasi pada pembangunan nasional

Salah satu tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk mengajak masyarakat seluas-luasnya untuk berpartisipasi pada pembangunan.

Hal ini membuat dengan berinvestasi pada obligasi negara ritel, secara tidak langsung kita telah ikut berpartisipasi untuk pembangunan.

Risiko

ORI memang memiliki risiko yang relatif kecil, namun bukan berarti tidak memiliki risiko sama sekali. Sebagai salah satu investasi yang mudah dicairkan atau liquid, hal ini dapat membawa risiko tersendiri.

Dengan menjual ORI melalui pasar sekunder sebelum jatuh tempo, maka kamu berpotensi mengalami kerugian dari perbedaan harga yang terjadi.

Itulah penjelasan Glints mengenai obligasi negara ritel. Investasi tersebut bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin melakukan diversifikasi portofolio.

Nah, selain informasi di atas, Glints masih punya banyak sekali informasi bermanfaat.

Untuk kamu yang ingin mendapatkan informasi tentang keuangan lainnya, kamu bisa langsung berlangganan newsletter blog Glints. Yuk, sign up!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *