Ayah Vanessa Khong Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Ayah Vanessa Khong Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Ayah Vanessa Khong Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Jakarta: Rudianto Pei, mantan calon ayah mertua tersangka kasus investasi bodong trading binary option platform Binomo, Indra Kesuma alias Indra Kenz, akan diperiksa penyidik Bareskrim Polri. Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

"Benar terjadwal hari ini," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara kepada Medcom.id, Senin, 18 April 2022.

Jadi Tersangka, Rudianto Pei dan Vanessa Khong Penuhi Panggilan Polisi

Bareskrim akan Jemput Paksa Vanessa Khong dan Ayahnya jika Mangkir

Eks Kekasih Indra Kenz Membantah Terlibat, Proses Hukum Tetap Berjalan

Anak Jadi Tersangka, Ibu Vanessa Khong Melawan dengan Bukti Ini

Memasuki Usia 25 Tahun, 2 Hal ini Harus Sudah Diperoleh

Memasuki Usia 25 Tahun, 2 Hal ini Harus Sudah Diperoleh

Chandra belum dapat memastikan kehadiran ayah Vanessa Khong itu. Sebab, Rudianto belum mengonfirmasi kehadirannya.

"Belum, masih kita tunggu," ujar Chandra.

Chandra juga belum mau menjawab perihal penahanan Rudianto setelah menjalani pemeriksaan nanti. Menurut dia, penahanan tersangka ada di tangan penyidik.

"Sudah pernah saya sampaikan sebelumnya untuk hal teknis tidak akan saya sampaikan," ungkap Chandra.

Sementara itu, mantan kekasih Indra, Vanessa Khong, diperiksa pada Rabu, 20 April 2022. Vanessa juga bakal diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka.

Vanessa Khong dan Rudiyanto Pei ditetapkan tersangka bersama adik Indra Kenz, Nathania Kesuma, beberapa waktu lalu. Mereka dijerat pasal tindak pidana pencucian uang karena menerima aliran dana Indra Kenz.

Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo itu pada Jumat, 25 Februari 2022. Dia langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Indra dijerat Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *