Cara Investasi Uang yang Cocok untuk Pemula

Cara Investasi Uang yang Cocok untuk Pemula

investasi pasar uang

Ajaib.co.id – Sebagai kaum milenial ataupun generasi Z, kini kamu pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah investasi. Bukan hanya sekedar menabung, kini banyak milenial yang mulai melek investasi, mulai dari investasi emas, reksa dana, deposito, hingga investasi saham. Lalu sudahkah kamu tau bagaimana cara investasi uang yang benar dan cocok bagi pemula? Di bawah ini Ajaib akan memberikan beberapa rekomendasi investasi yang tepat buat kamu.

Tips & Cara Investasi Uang

Sudah siap mulai berinvestasi di usia muda? Ikuti beberapa tips dan cara investasi yang benar dan bisa menghasilkan banyak keuntungan.

1. Menentukan Tujuan Investasi

Untuk memulai investasi pertamamu, hal penting yang harus kamu lakukan adalah mengetahui dan menentukan terlebih dulu apa tujuanmu berinvestasi? Apakah untuk dana pendidikan, membeli rumah, biaya pernikahan, biaya traveling, atau kepentingan lainnya.

Dengan menentukan tujuan di awal, kamu bisa lebih mudah menentukan jangka waktu kamu berinvestasi, apakah untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang. Tujuan inilah yang menjadi patokan kemana arah investasi yang akan kamu lakukan.

2. Menentukan Jangka Waktu Investasi

Nah, setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, kamu juga harus menentukan seberapa lama jangka waktu investasi yang ingin dilakukan. Apakah untuk kebutuhan jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang.

Menentukan jangka waktu ini juga harus mempertimbangkan ketersediaan dana investasi. Misalnya, jika dana tersebut sudah dikhususkan untuk investasi, lebih baik memilih jangka waktu yang panjang demi return yang lebih besar.

Namun, jika kamu memiliki dana terbatas dan uang yang kamu investasikan bisa sewaktu-waktu dibutuhkan, ada baiknya memilih investasi jangka pendek.

Nah, dalam penentuan jangka waktu panjang atau pendek inilah yang juga akan memengaruhi instrumen investasi apa yang cocok buat kamu. Biasanya, investasi jangka pendek itu sekitar 1 bulan hingga 1 tahun. Sedangkan, investasi jangka panjang itu lebih dari 1 tahun dan bisa sampai 5 tahun.

3. Menyiapkan Modal

Modal juga jadi bagian terpenting yang harus kamu perhatikan ketika ingin memulai investasi. Cobalah sediakan sejumlah dana yang sekiranya ingin kamu investasikan. Dari budget inilah kamu bisa menentukan instrumen investasi apa yang pas.

Misalnya, ketika kamu memiliki modal Rp1 juta, maka kamu bisa berinvestasi logam mulia. Tapi bagaimana jika kamu hanya punya modal puluhan atau hanya ratusan ribu?

Nah, saat ini sudah banyak investasi yang menawarkan modal kecil, misalnya saja reksa dana yang bisa kamu mulai hanya dengan modal Rp10 ribu, atau saham hanya dengan modal 100 ribu. Perlu diketahui juga, besaran modal yang digunakan dalam berinvestasi akan berpengaruh terhadap hasil returnnya.

4. Memahami Profil Risiko

Setiap investor memiliki profil risiko masing-masing. Nah, sebelum memulainya, kenali dulu tipe investor apakah kamu berdasarkan profil risiko yang bisa kamu terima.

  • Konservatif: Cenderung takut berspekulasi dan lebih memilih investasi dengan risiko rendah.
  • Moderat: Tidak takut mengambil risiko bermain di pasar yang lebih fluktuatif agar mendapat return besar. Namun, tipe ini masih cukup berhati-hati dan tidak terlalu berambisi mengejar return.
  • Agresif: Memiliki ambisi yang besar untuk mendapatkan return dan selalu siap masuk ke pasar fluktuatif dengan risiko besar demi bisa return yang banyak.

5. Memahami Jenis Investasi dan Karakternya

Ada beberapa jenis investasi yang bisa kamu pilih untuk mulai berinvestasi, di mana, setiap jenis memiliki karakter masing-masing seperti Reksa Dana, Deposito, Saham, Obligasi, Properti, Emas & Logam Mulia, dan masih banyak lagi.

Nah, sebelum memilihnya, kamu harus tahu dan paham betul karakter dari tiap-tiap instrumen. Mana investasi yang cocok untuk jangka panjang dan pendek, seberapa besar risikonya, berapa banyak returnnya, apa keuntungan dan kelemahannya, dan masih banyak lagi.

Ini adalah hal dasar yang harus benar-benar kamu pahami terlebih dahulu. Jadi, pastikan kamu bekali diri dengan pengetahuan yang cukup sebelum berinvestasi.

6. Memilih Platform Investasi

Saat ini sudah banyak platform atau aplikasi investasi yang membantu kamu memulai investasi dari mana dan kapan saja dengan mudah. Nah, sebelum menentukan platform investasi, cobalah cari tahu dulu seluk beluk dari platform tersebut. Pastikan platform yang kamu pilih memiliki reputasi bagus dan sudah diawasi OJK seperti Ajaib.

7. Menjalankan Strategi yang Tepat

Apapun investasi yang kamu pilih, kamu membutuhkan strategi. Salah satu strategi yang umum dilakukan investor adalah melakukan diversifikasi investasi. Di mana, kamu bisa menanamkan dana di beberapa instrumen investasi. Misalnya, kamu bisa memilih investasi berisiko tinggi dan lakukan diversifikasi dengan memilih instrumen dengan risiko rendah.

8. Mulai Investasi Sekarang

Banyak orang yang beranggapan bahwa investasi hanyalah untuk orang kaya dan mapan. Padahal, investasi adalah salah satu cara untuk menjadi kaya dan mapan, sehingga di kemudian hari bisa bebas dari masalah keuangan.

Jangan menunggu sudah mapan baru berinvestasi, tapi berinvestasilah agar menjadi mapan. Jadi, lakukan investasi sedini mungkin dan jangan menundanya. Jika kamu menunggu siap 100%, maka tak akan ada waktu yang tepat untuk kamu mulai.

Kamu juga tidak perlu khawatir, karena untuk permulaan, kamu bisa coba dengan investasi dengan modal kecil. Di mana, saat ini kamu bisa mulai berinvestasi dengan modal mulai dari Rp10 ribu.

9. Pilih Investasi yang Melawan Inflasi

Data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan rata-rata inflasi di Indonesia selama 5 tahun terakhir mencapai 3,16%. Bahkan bisa mencapai 3% hingga 5%. Untuk melawan inflasi inilah kamu bisa mulai dengan investasi.

Menabung saja tidak cukup untuk melawan inflasi, di mana biasanya bunga yang kamu dapatkan dari menabung itu kecil, hanya di kisaran 2%-3% saja. Belum lagi ada potongan biaya administrasi bank dan biaya-biaya lainnya.

Bagi mayoritas orang yang sudah mengenal investasi, instrumen saham atau reksa dana bisa jadi produk pilihan investasi yang pas untuk melawan inflasi. Di mana, kedua instrumen ini memiliki return atau keuntungan yang lebih tinggi dari inflasi, hal ini telah terbukti secara konsisten dua produk investasi ini bisa melampaui inflasi sejak tahun 1940-an.

10. Lakukan Diversifikasi

Diversifikasi adalah membagi modal ke dalam beberapa aset atau investasi. Dalam berinvestasi, agar hasil keuntungan yang didapatkan maksimal maka kamu wajib melakukan diversifikasi.

Tujuannya untuk mencegah kegagalan total jika salah satu aset mengalami kerugian, karena masih ada aset lainnya yang mengalami keuntungan. Sehingga, beban kerugian finansial karena risiko investasi bisa terminimalisir.

Untuk melakukan diversifikasi, kamu bisa coba memiliki beberapa produk investasi. Misalnya, di saham, reksa dana, emas, dan deposito. Hindari berinvestasi di dalam satu keranjang atau hanya memilih satu produk.

Instrumen Investasi yang Cocok untuk Pemula

Ada banyak pilihan investasi yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan return dan keuntungan. Apa saja instrumennya? Yuk pelajari selengkapnya di bawah ini..

1. Surat Berharga Pasar Uang

Jenis investasi atau efek yang diterbitkan oleh bank dan ditandatangani oleh nasabah. Biasanya, surat ini merupakan jaminan pelunasan utang nasabah kepada bank, yang kemudian menjadi hak bank pemberi utang untuk memperdagangkannya di pasar uang.

2. Sertifikat Deposito

Ini merupakan salah satu instrumen pasar uang yang lebih ke arah investasi yang sebenar-benarnya. Di mana, sertifikat ini tidak memiliki nama pemilik paten dan bisa diperjualbelikan karena bisa dicairkan oleh siapa pun yang memegang bentuk fisik dari sertifikat tersebut.

3. Saham

Ini merupakan instrumen pasar saham yang paling populer dan seru jika diperdagangkan. Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada kepemilikan perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan emisi efek yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis dengan imbalan uang tunai.

Namun, menurut Bursa Efek Indonesia, saham adalah surat tanda bukti kepemilikan seseorang pada perusahaan. Dengan kata lain, jika kamu melakukan transaksi efek atau saham, maka kamu membeli hak milik terhadap perusahaan tertentu yang sahamnya kamu beli.

4. Obligasi

Instrumen ini menjadi investasi nomor 2 yang populer setelah saham. Di mana, dengan membeli obligasi yang dikeluarkan pemerintah, berarti kamu sudah ikut berpartisipasi secara langsung dalam pertumbuhan Indonesia.

Pada dasarnya, obligasi adalah surat utang. Tidak hanya perseorangan atau perusahaan saja yang bisa membuat surat utang, negara pun bisa untuk membuat surat utang, yang kemudian diperjualbelikan sebagai instrumen pasar modal.

Keuntungan instrumen pasar modal ini adalah dari kupon yang terbagi atas fixed coupon dan floating coupon. Di mana, kamu bisa mendapatkan keuntungannya dari selisih harga jual dari harga beli.

5. P2P Lending

Menurut Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016, fintech lending/peer-to-peer lending/ P2P lending adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur/lender (pemberi pinjaman) dan debitur/borrower (penerima pinjaman) berbasis teknologi informasi. Fintech lending juga disebut sebagai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Investasi ini makin diminati banyak orang, khususnya kaum milenial. Kenapa? Karena investasi satu ini bisa memberikan return yang sangat tinggi, hingga 15% per tahun. Meski begitu, risikonya pun tinggi. Apalagi jika pihak yang kamu berikan dana tidak mampu membayar utangnya ataupun platform P2P lending tersebut tutup.

6. Reksa dana

Nah, instrumen pasar modal yang ketiga ini adalah yang “paling ramah” untuk dicoba oleh investor pemula. Kamu hanya perlu memercayakan dana pada manajer investasi dan biar mereka yang bekerja untuk mengembangkannya. Jika performa kurang bagus, kamu bisa mengalihkan dana ke manajer investasi lain.

Manajer investasi merupakan lembaga dan profesi yang menjadi biro administrasi efek atau agen penjual yang akan membantu kamu mengelola dana yang kamu simpan di dalam reksa dana.

Dalam investasi ini setidaknya terdapat 4 jenis reksa dana yaitu, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan reksa dana saham. Di mana, masing-masing reksa dana memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda-beda.

Ajaib merupakan salah satu platform reksa dana yang dapat membantu kamu melakukan perdagangan efek perusahaan publik yang berkaitan. Di mana, dengan memulai investasi reksa dana di Ajaib berarti kamu telah membantu pengembangan usaha yang ada di Indonesia.

Di Ajaib, kamu juga bisa memilih investasi reksa dana sesuai dengan tujuanmu, apakah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, dan sebagainya.

Mana yang lebih baik? Semua investasi baik, selama perusahaan atau lembaga untuk berinvestasi terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan investasilah sesuai tujuan dan profil risikomu.

Nah, bagi kamu yang ingin berinvestasi saham ataupun reksa dana, kamu bisa memulainya di aplikasi Ajaib. Hanya dengan modal mulai Rp10 ribu kamu sudah bisa berinvestasi reksa dana, dan mulai dari Rp100 ribu kamu sudah berinvestasi saham. Jadi tunggu apalagi? Yuk investasi sekarang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *