Bagaimana Cara Menentukan Besar Lot Terhadap Modal yang Dimiliki?

Bagaimana Cara Menentukan Besar Lot Terhadap Modal yang Dimiliki?

Crash

Pernah ngalamin seperti itu? Atau bahkan lebih parah? Sampai MC?

Saya pernah, walaupun gak sampai MC. Alhamdulillah.

Waktu itu saya salah menghitung berapa besar lot yang bisa saya beli. Seharusnya masuk 0.01 lot malah keliru masuk 0.1 lot.

Cuma selisih satu angka nol, sih tapi dampaknya bikin pusing, 3 kali profit berturut-turut amblas oleh satu kali trade. Duh.

Menentukan besar posisi lot atau yang lebih dikenal dengan position sizing merupakan salah satu faktor penting untuk perkembangan karir tradingmu. Sekali saja kamu salah memasukkan angka lot, bisa-bisa ratusan bahkan ribuan dolar yang sudah kamu kumpulkan bisa saja langsung hilang jika trade tersebut berakhir loss, seperti saya dulu.

Mending kalau salah input lot tersebut hasilnya profit, bisa dapet rejeki nomplok. Tapi kalau loss?

Malah bisa kena MC, betul?

Sedangkan dalam trading atau bisnis apapun “Cash is The King”. Kalau gak ada uang cash bisnis gak bisa jalan. Di trading juga sama, kalau gak ada free margin yang cukup berarti gak bisa trading, terpaksa suntik dana lagi (kalau pun masih ada).

Crown

Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara menghitung lot yang ideal supaya gak kena MC. Karena jika kamu trading sesuai aturan, trading dengan money management yang bagus, MC itu seharusnya sangat sulit.

Jika bicara tentang position sizing, kita gak bisa kalau hanya membahas tentang lot saja. Kita juga harus membahas tentang apa itu pip, berapa besar risk per trade dan yang paling utama berapa besar modalmu.

  • Apa itu Lot?
  • Apa itu leverage dan apa hubungannya dengan modal?
  • Apa itu pip?
  • Risk per trade
  • Menghitung jumlah lot per trade
  • Berapa lot ideal jika modal 100$
  • Berapa lot ideal untuk modal 10$

Apa Itu Lot

Lot adalah jumlah unit yang diperdagangkan. Ukuran 1 lot = 100.000 unit jika akunmu berupa akun standar. Jika akun mini lot maka 1 lot = 10.000 unit. Jika akun mikro lot maka 1 lot = 1.000 unit.

Perhitungan lot

Dulu trading hanya bisa menggunakan akun standar di mana 1 lot = 100.000 unit, jadi untuk bisa mulai trading forex dibutuhkan modal yang cukup besar untuk membeli jumlah lot minimal.

Tapi seiring berjalannya waktu peminat trader dalam pasar forex semakin meningkat. Banyak trader-trader baru masuk ke pasar, sehingga banyak broker berlomba-lomba membuat atau berinovasi dengan adanya mini lot dan mikro lot tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah para trader baru, terutama trader dengan modal yang minim untuk bisa memulai trading. Selain mempermudah para trader baru, inovasi ini juga sangat membantu para broker menaikkan pendapatan mereka.

Karena salah satu keuntungan broker adalah mereka menetapkan fee dari setiap trade yang dilakukan oleh para nasabahnya atau yang biasa dikenal dengan spread, slippage maupun komisi.

Jadi semakin banyak trader yang bergabung dalam perusahaan atau platform trading mereka, maka semakin besar pula volume atau jumlah orderan trading. Jika semakin besar volume trading maka semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.

Apa itu leverage dan apa hubungannya dengan modal?

Merupakan salah satu faktor terpenting untuk memulai sebuah usaha, apapun bentuknya, bisa berupa uang, waktu maupun pengetahuan.

Berhubung trading forex merupakan jual beli nilai mata uang yang menggunakan sistem lot atau sekali beli harus berapa unit ratusan hingga ribuan, gak bisa eceran gampangnya. Maka modal yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Kalaupun bisa beli “eceran” untungnya pun cuma sedikit, gak sebanding dengan kerja kerasmu tiap hari mantengin layar monitor.

Misalnya, kamu mau membeli 1 lot EURUSD di angka 1.0821, maka modal yang kamu butuhkan adalah 1 lot (100.000) x 1.0821 = 108.210 USD.

Sangat besar, kan?

Mungkin untuk trader yang memiliki modal yang besar, angka ini dinilai kecil. Tapi untuk retail trader seperti kita yang hanya punya modal ribuan atau ratusan dolar tentu harga tersebut tidak mampu untuk kita beli.

Tetapi jika ada leverage, semua itu bisa dilakukan.

Leverage

Misalnya dengan leverage 1:100.

Dengan leverage 1:100 maka modal yang kamu butuhkan untuk membeli 1 lot EURUSD di atas, kamu hanya butuh modal sebesar 1.082 USD (108.210 USD dibagi 100). Jadi semakin besar leverage yang kamu pilih, maka semakin kecil pula modal yang kamu butuhkan untuk bisa trading.

Tetapi perlu diingat…

Leverage itu bagai pedang bermata dua. Di satu sisi leverage bisa mempermudah kita dalam segi permodalan. Tapi di satu sisi jika kamu memilih leverage yang terlalu besar maka resiko tradingmu juga akan semakin tinggi.

Apa Itu Pip?

Pip adalah satuan atau nilai terkecil dalam satu pergerakan harga.

Pada dasarnya cara membaca pip dibedakan menjadi 2, tergantung pasangan mata uangnya.

Untuk pasangan mata uang yen Jepang, maka pip dihitung dari 2 angka dibelakang koma. Misal, USDJPY bergerak dari 110.50 ke 110.90, maka USDJPY bergerak sebanyak 40 pip.

Membaca pips untuk Pair JPY

Di beberapa broker, pasangan yen Jepang (JPY) juga ada yang ditampilkan dengan 3 angka di belakang koma. Tetapi cara membacanya besaran pip tetap sama, yaitu dengan membaca mulai dari 2 angka dibelakang koma.

Contoh, USDJPY bergerak dari 110.505 ke 110.900. Maka USDJPY bergerak sebanyak 39.5 pip. Angka terakhir ini biasa disebut dengan pippets atau poin.

Sedangkan untuk pasangan mata uang selain yen Jepang. Nilai pip dihitung dar 4 angka dibelakang koma.

Contoh, EURUSD bergerak dari 1.0821 ke 1.0921. Maka EURUSD tersebut bergerak sebanyak 100 pips.

Membaca pips untuk pair selain JPY

Beberapa trader juga ada yang menampilkan nilai dengan 5 angka dibelakang koma. Tetapi cara membacanya juga sam, yaitu dibaca mulai dari 4 angka di belakang koma.

Contoh, EURUSD bergerak dari 1.08215 ke 1.09210. Maka EURUSD tersebut bergerak sebanyak 99.5 pips. Angka terakhir merupakan pippets atau poin. Sama dengan contoh di USDJPY sebelumnya.

Risk per Trade, Running Trade dan Total Risk per Month

Seperti namanya, risk per trade adalah besar resiko dalam satu open posisi. Bisa berupa persen atau dolar.

Misal, dalam sekali open posisi kamu meresikokan uang sebesar 10 USD.

Jadi jika dalam posisi tersebut kamu loss, maka kamu akan loss sebesar 10 USD. Atau misalnya kamu meresikokan 2% dari modal.

Jadi jika modalmu adalah 1.000 USD dan kamu meresikokan 2%, maka setiap transaksi yang loss, modalmu akan berkurang 20 USD.

Sedangkan running trade merupakan jumlah posisi yang sedang berjalan. Jumlah ini bisa berbeda-beda, tergantung trading plan masing-masing trader. Untuk trader pemula disarankan running trade tidak lebih dari 3 atau 4 supaya lebih mudah dalam mengaturnya.

Pembatasan resiko

Sedangkan total risk per month adalah resiko total yang bisa kamu terima dalam satu bulan. Untuk trader pemula fokuslah terhadap proses terlebih dulu, hasil belakangan. Jadi, pertama mulai disarankan untuk memiliki total risk per month sebesar tidak lebih dari 10% dari total modal.

Misalkan dalam 2 minggu trading modalmu sudah berkurang sebesar 10%, maka 2 – 3 minggu selanjutnya (sampai akhir bulan) tidak boleh trading lagi. Tunggu bulan berikutnya.

Menghitung jumlah lot per trade

Papan tulis dengan rumus

Ini dia saat yang ditunggu-tunggu.

Bagaimana, sih cara menghitung besar lot per trade supaya gak MC?

Sebelumnya kamu sudah tahu tentang pips, modal danjuga risk per trade. Sekarang mari kita gunakan semuanya.

Misal kamu mempunyai modal 1.000 USD.

  • Entry sell EURUSD di harga 1.0500
  • Stop loss di harga 1.0570, berati stop loss sebesar 70 pips
  • Risk per trade sebesar 1%, berarti 10 USD pert trade (1.000 x 1%)

Maka perhitungan besar unit yang kamu beli adalah:

Calculator

Pertama-tama cari dulu nilai pip per unitnya...

Nilai pip per unit = 0,0001 x 1/1.0570

Nilai pip per unit= 0.00009460 USD

  • 0,0001 = 1 pip EURUSD (pergerakan minimal EURUSD)
  • 1/1.0570 = Nilai EURUSD waktu entry (1 EUR/1.0570 USD)

Lalu hitung nilai pip per lotnya (standar lot).

Jika kamu trading sebesar 1 lot atau 100.000 unit maka nilai per pip menjadi:

Nilai pip per lot = 100.000 x 0.00009460

Nilai pip per lot = 9.46 USD

  • 100.000 = 1 lot
  • 0.00009460 = nilai per unuit

Jadi jika kamu meresikokan 70 pips berarti resiko per 100.000 unit atau 1 lot:

Resiko per 1 lot = 70 x 9.460 = 662.2 USD per trade

Tinggal dibuat persamaan menjadi:

100.000 Unit (1 lot) = 662.2 USD

10 USD = xxxx unit

Pertama hitung dulu unit per USD nya atau 1 USD berapa unit?

1 USD = 100.000 / 622.2

1 USD = 151.01 unit

Berpikir

10 USD = 10 x 151.01

10 USD = 1.500,10 unit atau 0.015 lot standar (kurang lebih)

Tenang gak usah bingung, sekarang zaman sudah canggih, perhitungan di atas bisa dihitung menggunakan aplikasi kalkulator forex yang banyak tersedia secara GRATIS.

Daripada repot-repot menghitung besar lot secara manual seperti di atas, selain pusing kamu juga bisa kehabisan banyak waktu, keburu harganya lari, gak sempat entry.

Berikut beberapa contoh menghitung lot secara otomatis menggunakan aplikasi kalkulator yang banyak tersedia di Play Store.

Berapa lot ideal jika modal 100$

Menentukan lot dari modal 100$

Pertama-tama sebelum mengetahui berapa besar lot per trade, maka kamu harus menentukan terlebih dahulu:

  • Berapa leverage yang dipakai
  • Resiko per trade
  • Berap pips stop lossnya
  • Pair
  • Modal 100$
  • Leverage 1 : 100 makamodal menjadi 100$ x 100 = 10.000$
  • Resiko per trade 1% dari modal = 1$ (dari modal sebelum leverage atau 100$)

Setelah leverage, risk menjadi sebesar 100$

  • Stop loss 50 pips
  • Pair EURUSD

Tinggal di input semua datanya, lalu akan muncul hasilnya seperti ini:

Forex calculator

Berapa lot ideal untuk modal 10$

Menentukan besar lot dengan modal 10$

Sama seperti sebelumnya…

Pertama-tama sebelum mengetahui berapa besar lot per trade, maka kamu harus menentukan terlebih dahulu:

  • Berapa leverage yang dipakai
  • Resiko per trade
  • Berapa pips stop lossnya
  • Pair
  • Modal 10$
  • Leverage 1 : 100 jadi modal menjadi 10$ x 100 = 1.000$
  • Resiko per trade 1% dari modal = 0.1$ (dari modal sebelum leverage atau 10$)

Setelah leverage, risk menjadi sebesar 10$

  • Stop loss 50 pips
  • Pair EURUSD

Tinggal di input semua datanya, lalu akan muncul hasilnya seperti ini:

Forex calculator

Kesimpulan

Menentukan besar lot sangat mempengaruhi proses tradingmu. Sekali saja kamu salah dalam menghitung jumlah lot yang ditradingkan, maka bisa-bisa semua profit yang sudah dikumpulkan jadi hilang atau malah kena MC (jika trade tersebut berakhir loss).

Untuk menentukan jumlah lot yang ditradingkan itu bukan hanya berdasarkan jumlah modalnya saja, tapi banyak faktor lain. Diantaranya:

  • Leverage
  • Nilai pip per unit atau per lot
  • Resiko per trade berapa persen atau berapa dolar
  • Stop loss berapa pips
  • Pair nya apa

Jika beberapa faktor di atas ada yang berbeda maka tiap-tiap trade juga memiliki besaran lot yang berbeda, walaupun modalnya sama (kecuali jika kamu menggunakan money management berdasarkan ketahanan pip bukan berdasarkan risk (%) per trade).

Syarat sebelum menghitung besar lot

Karena menghitung secara manual cukup menguras waktu dan bikin pusing, maka sebaiknya dilakukan secara otomatis saja dengan menggunakan aplikasi kalkulator forex yang bisa di download di Play Store atau langsung melalui website penyedia kalkulator, dan itu GRATIS!

Itulah cara bagaimana menghitung besaran lot yang diperlukan saat trading. Gampang-gampang susah atau susah-suah gampang?

Jika ada pertanyaan atau pendapat lain silahkan masukkan komentar di bawah atau langsung via e-mail di halaman kontak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *