CARA OPTIMAL MENENTUKAN STOP LOSS

CARA OPTIMAL MENENTUKAN STOP LOSS

Stop Loss adalah nilai batasan harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh nilai ini, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut. Bagi kebanyakan trader, keputusan menaruh stop loss ini adalah pilihan yang tidak nyaman. Mengapa? karena itu berarti mereka telah menerima kerugian yang terjadi. Namun, setiap trader berhak untuk memutuskan sendiri mana model trading yang paling cocok dengan dirinya, baik dengan menggunakan stop loss ataupun mengabaikannya, itu kembali pada strategi trading yang digunakan oleh masing-masing trader.

Menentukan kisaran Stop Loss ideal bukanlah perkara mudah dalam trading forex. Banyak orang menentukan Stop Loss berdasarkan persentase semata. Persentase ini pun beragam, dengan nominal yang populer dirisikokan adalah 2 persen dari modal. Persentase risiko inilah yang kemudian dipakai para trader untuk meletakan Stop Loss-nya. Contohnya, Anda memiliki akun trading forex dengan Balance sebesar 10,000 USD dan merisikokan 2 persen dari jumlah Balance tersebut. Ini artinya, Anda menyanggupi risiko sebesar 200 USD dalam trading. Sekarang, mari melakukan perhitungan secara cepat, 200 USD setara dengan pergerakan 20 Pips dalam satu perdagangan menggunakan Lot sebesar 1.00. Jadi Stop Loss harus diletakan 20 Pips supaya Anda memiliki risiko perdagangan sebesar 2 persen. Dilihat dari batas toleransi risiko, Anda sudah melakukan proses menempatkan Stop Loss dengan benar. Namun, apakah cara menentukan Stop Loss dengan model seperti ini cukup efektif? Sayang sekali, jawaban yang saya berikan adalah BELUM TENTU!

Pentingnya Mengetahui Stop Loss Ideal

Katakanlah Anda membuka posisi pada GBP/USD dan menempatkan Stop Loss di kisaran 20 Pips dari harga Entry. Tidakkah Anda merasa bahwa Stop Loss ini ditentukan hanya berdasarkan pada seberapa besar uang yang direlakan semata? Sadarkah bahwa Anda telah mengabaikan untuk mempertimbangkan situasi pasar ketika menempatkan Stop Loss? Pikirkan baik-baik, Anda membuka akun mini dengan modal 500 USD, dan ukuran minimum yang dapat ditradingkan adalah 10,000 unit (0.10 Lot). Rencananya adalah Entry Sell pada Pair USD/CHF ketika harga menyentuh level Resistance, yaitu di level 0.95412. Risiko yang diambil adalah 4 persen dari Balance saat ini. Untuk akun mini, setiap pergerakan 1 Pip bernilai 1 USD. Jadi 4 persen dari 500 USD adalah 20 Dolar.

Penentuan stop loss ini sangatlah penting di market, karena persentase-persentase semacam ini sadar atau tidak sadar memiliki dampak yang besar dalam kelangsungan hidup akun Anda! Percaya atau tidak, ada banyak trader dan investor di pasar modal yang hancur berantakan karena tidak memperhatikan "hitung-hitungan" untuk menetapkan stop loss secara benar. Menurut beberapa sumber yang saya dapatkan, 80% trader itu loss di market, mengapa bisa seperti itu? Ya, salah satu penyebabnya adalah kelalaian mereka dalam memperhitungan stop loss, take profit, serta break even point yang ideal dan tentunya cocok dengan akun mereka serta kondisi pasar pada saat mereka entry! Tentu saja Anda tidak ingin masuk ke dalam golongan 80% yang loss itu kan? Jadi, pahamilah benar akun dan ketahanan akun ada ketika membuka posisi di market!

Memasang Stop Loss Berdasarkan Kondisi Pasar

Cara menempatkan Stop Loss itu sendiri juga ada banyak jenisnya. Di beberapa artikel Astronacci sebelumnya mungkin sudah terdapat berbagai tips menentukan Stop Loss, serta cara mengelola risiko dalam trading forex. Namun, yang akan diterapkan pada penjelasan kali ini sangatlah berbeda dengan cara-cara pada umumnya. Pada dasarnya, untuk bisa menghitung Stop Loss ideal berdasarkan situasi dan kondisi pasar, berikut cara-cara yang bisa diterapkan:

Hitung Volatilitas Pasar Dengan ATR & Bollinger Bands

Anda tidak dianjurkan untuk memasang Stop Loss sebelum mengetahui seberapa kencang Volatilitas pasar saat ini. Dengan mengetahui seberapa kencang volatilitas pasar, hal ini akan memudahkan Anda untuk mengatur level Stop Loss yang strategis. Bukan berdasarkan spekulasi atau bahkan pengambilan level Stop Loss secara acak.


ATR (Average True Range)

Average True Range merupakan indikator yang umum digunakan untuk mengetahui range pergerakan suatu pair. Dengan bantuan indikator ini, Anda akan bisa melihat berapa Pips rata-rata pergerakan suatu pair sesuai dengan periode yang dipasang.

Bollinger Bands

Indikator Bollinger Bands merupakan alat bantu teknikal alternatif yang bisa membantu Anda menemukan letak Stop Loss ideal. Indikator ini akan membuat semacam dua band (pita) di bagian atas dan bawah Chart harga. Pita inilah yang akan memberikan gambaran tentang seberapa Volatile pergerakan pasar saat ini.

Sesuaikan Besaran Lot Yang Ideal Untuk Stop Loss


Sebagaimana penjelasan di awal, Anda tidak dianjurkan untuk menempatkan Stop Loss hanya berdasarkan risiko uang yang direlakan untuk hilang. Namun bagaimana jika ternyata Stop Loss ideal menurut kondisi pasar ternyata berada jauh di luar jangkauan toleransi risiko Anda? Apakah Anda harus memaksakan untuk memperlebar batas toleransi risiko pribadi, sementara hal itu bisa membebani psikologi trading Anda? Solusinya, silahkan mencari broker forex yang memungkinkan Anda untuk bisa melebarkan Stop Loss di level strategis, tapi tetap dengan risiko yang sesuai batas toleransi Anda. Broker forex yang menyediakan akun mikro bisa menjadi solusi alternatif dalam kasus ini.

Akun mikro memungkinkan Anda untuk masuk ke pasar forex dengan ukuran minimum yang ditradingkan sebesar 1,000 unit (0.01 Lot). Untuk akun mikro, setiap pergerakan 1 Pip bernilai 0.10 USD. Dengan asumsi risiko 4 persen dari Balance 500 USD, Anda tak harus memaksakan Stop Loss di kisaran 20 Pips. Sebaliknya, level Stop Loss bisa diperlebar hingga 200 Pips, karena nilainya di akun Mikro hanya sebesar 20 USD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *