Emission Reduction and Sequestration Initiative/Inisiatif Pengurangan dan Penyerapan Emisi (EMISI)

Emission Reduction and Sequestration Initiative/Inisiatif Pengurangan dan Penyerapan Emisi (EMISI)

Platform buatan Indonesia yang bisa membantu semua orang untuk mempelajari, memantau, dan ikut serta dalam aksi iklim.

Jika kamu adalah:

  1. Warga negara Indonesia yang ingin melakukan sesuatu terkait iklim
  2. Suatu organisasi yang sedang mengembangkan program lingkungan operasional
  3. Pakar atau kelompok ilmiah yang sedang mencari informasi terkait emisi

…yang ingin berpartisipasi EMISI, kunjungi nol-emisi.id, coba aplikasi Android yang ada atau hubungi tim kami.

Tujuan

Inisiatif Pengurangan dan Penyerapan Emisi WRI Indonesia membantu individu, kelompok dan/atau lembaga mengukur emisi karbon mereka, baik yang dapat maupun tidak dapat dikendalikan, sehingga mereka dapat mengurangi jejak karbon mereka atau mendukung kegiatan penyerapan karbon yang dilakukan oleh mitra kami. Inisiatif ini bertujuan untuk secara langsung mengurangi dampak emisi pada krisis iklim melalui transformasi perilaku dan gaya hidup individu dan organisasi melalui pendekatan berbasis ilmiah dan teknologi.

Di mana

Indonesia (nasional, sub-nasional, dan individu)

Mengapa

Suhu bumi kita sudah meningkat 1 derajat C di atas tingkat pra-industri. Laporan PBB terbaru menunjukkan bahwa pemanasan di atas 1,5 derajat C akan mempercepat tingkat kepunahan global lebih dari seratus kali lipat. Hal ini disebut sebagai krisis iklim.

Kumpulan emisi gas rumah kaca di udara merupakan salah satu faktor pendorong pemanasan global. Di Indonesia, perubahan penggunaan lahan seperti deforestasi dan degradasi lahan gambut serta energi sektor seperti penggunaan batu bara dan bahan bakar fosil menjadi sumber emisi utama.

Akan tetapi, ada beberapa kegiatan manusia yang tidak dapat dihindari sehingga produksi emisi pasti terjadi. Oleh karena itu, untuk meminimalkan dampak emisi karbon diperlukan upaya individu dan kolektif. Setiap penduduk Indonesia rata-rata menghasilkan sekitar 2,09 ton emisi karbon per tahun. Bijak dalam memilih moda transportasi untuk kegiatan kita sehari-hari serta pengelolaan pohon menjadi cara utama untuk mengurangi emisi dan menyerap karbon. Semua ini dimulai dengan edukasi yang mencukupi dan mudah dicerna.

Di WRI Indonesia, kami percaya bahwa kita perlu menggabungkan pendekatan berbasis ilmiah dan pendekatan personal jika kita ingin membuat perubahan. Kami ingin mendorong transformasi perilaku masyarakat, bisnis, dan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran mereka akan dampak lingkungan negatif dari kegiatan mereka sehari-hari, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara langsung dalam berbagai aksi untuk membantu mitigasi perubahan iklim dan meningkatkan kontribusi positif mereka kepada keberlanjutan masyarakat saat ini dan di masa depan.

Bagaimana

WRI Indonesia sedang mengembangkan metode dan alat yang dirancang khusus bagi Indonesia, untuk mengukur dan memantau jumlah emisi karbon yang diproduksi oleh individu, kelompok, atau lembaga. Berdasarkan hal ini, WRI Indonesia akan membentuk skema kerja sama dengan berbagai mitra untuk mengedukasi publik mengenai cara-cara untuk mengurangi emisi serta kegiatan penyerapan karbon seperti penanaman pohon (termasuk perawatan untuk pertumbuhan) dan adopsi pohon-pohon dewasa. Dalam konteks Indonesia, reforestasi dan konservasi hutan adalah beberapa teknologi “hijau” termurah dan termudah yang tersedia.

Mitra

WRI Indonesia bekerja sama dengan mitra berikut untuk menghitung, mengurangi, dan menyerap emisi karbon para pemangku kepentingan terkait:

WRI Indonesia bekerja sama dengan platform-platform kampanye berikut terkait dengan inisiatif penyerapan karbon dari mitra-mitra mereka:

Referensi

  • Unduh aplikasi EMISI di IOs atau Android
  • Video: Ukur Dampak Gaya Hidup Kita untuk Lawan Krisis Iklim dengan Aplikasi EMISI
  • Blog: Sekarang Kita Bisa Menghitung Emisi Individu Kita dengan Aplikasi EMISI (Indonesia Zero Emissions Application)
  • Video: Jadi #PejuangBumi dengan Aplikasi EMISI
  • Video: Cara Menggunakan Aplikasi EMISI
  • Webinar peluncuran aplikasi EMISI: bit.ly/webinarpejuangbumi
  • Alamat yang dapat dihubungi: [email protected]
  • Kunjungi nol-emisi.id untuk informasi lebih lanjut

Pertanyaan Umum & Sanggahan

Bagian A: Penghitungan & Pengurangan Emisi

Pertanyaan #1: Bagaimana cara kami menghitung dan mengurangi emisi dari transportasi darat perkotaan?

Jawaban: Emisi dari transportasi darat perkotaan dihitung menggunakan pendekatan “bottom-up” yang memperkirakan emisi berdasarkan data kegiatan dan faktor-faktor emisi spesifik negara. Emisi gas rumah kaca (CO2) dihitung menggunakan metode berbasis bahan bakar, sementara emisi polutan (CO, SO2, NOx dan PM2.5) dihitung menggunakan metode berbasis jarak. Kalkulator akan mencari data setempat terbaik yang tersedia dan faktor-faktor yang berlaku di Indonesia (demografi, ekonomi, infrastruktur, dll.). Tidak lama lagi kami akan mengeluarkan dokumen publikasi penuh mengenai metode ini sebagai referensi bagi publik.

Pertanyaan #2: Mengapa sekarang inisiatif ini hanya berfokus pada emisi dari transportasi darat perkotaan?

Jawaban: Saat ini, inisiatif ini hanya berfokus pada emisi dari transportasi darat perkotaan karena sektor transportasi merupakan salah satu kontributor emisi terbesar. Menurut studi ICEL, di Jakarta sebagai ibu kota, 46 persen emisi berasal dari transportasi. Ke depannya, kami berharap dapat memperluas cakupan kami bukan hanya ke moda transportasi lain (seperti udara, laut dan air) serta pengangkutan, namun juga aspek-aspek gaya hidup lainnya (seperti penggunaan listrik, pakaian, konsumsi makanan dan sampah).

Pertanyaan #3: Mana yang harus diprioritaskan? Pengurangan emisi atau penyerapan emisi?

Jawaban: Mengurangi emisi secara keseluruhan harus menjadi prioritas pertama kita. Untuk menekan pemanasan global di tingkat 1,5 derajat C, kita harus mengurangi emisi sebanyak 45 persen pada 2030. Proyek penyerapan karbon melalui cara-cara seperti restorasi berbasis pohon dapat membantu kita mengatasi emisi yang sudah dihasilkan, namun tidak cukup tanpa pengurangan emisi terlebih dulu.

Bagian B: Penyerapan Karbon

Pertanyaan #1: Bagaimana kami menghitung penyerapan emisi?

Jawaban: Secara umum, kami menggunakan metodologi yang direkomendasikan oleh UNFCCC dan IPCC dalam menghitung penghapusan karbon dari kegiatan penanaman pohon. Kami menggunakan persamaan alometrik untuk memperkirakan biomassa pohon, lalu dikalikan dengan koefisien pecahan karbon untuk mendapatkan stok karbon dari satu spesies pohon yang ditanam di suatu ekosistem dan lokasi tertentu. Secara total, ada lima pendekatan perhitungan berbeda (dari pilihan pertama hingga pilihan terakhir) yang dapat digunakan, dengan tingkat prioritas yang berbeda-beda berdasarkan ketersediaan data. Semua metode perhitungan kami akan ditinjau kembali secara berkala sehingga dapat diperbaiki dan diperbarui lebih lanjut jika diperlukan.

Pertanyaan #2: Kenapa metode perhitungan penyerapan yang digunakan sekarang yang dipilih?

Jawaban: Sejauh ini, kami menggunakan metode-metode yang telah ditinjau dan diterima oleh berbagai pakar ilmiah di bidang-bidang terkait untuk menghitung penyerapan karbon. Kami sedang mempertimbangkan validasi atau sertifikasi jumlah karbon dari pihak ketiga untuk ke depannya.

Pertanyaan #3: Bagaimana cara kami mengevaluasi dan melaporkan perkembangan inisiatif ini kepada publik?

Jawaban: Setiap enam bulan setidaknya untuk dua tahun ke depan, kami akan melaporkan perkembangan tertulis terkait inisiatif kami kepada individu dan organisasi yang telah berkontribusi kepada kegiatan penanaman pohon. Selain itu, kami juga akan menyediakan informasi ini dalam fitur pemantauan di aplikasi EMISI kami, baik aplikasi mobile maupun web. Laporan perkembangan ini akan mengikutsertakan beberapa informasi, yaitu:

  1. Total karbon yang diserap oleh pohon-pohon baru yang ditanam
  2. Status pertumbuhan dan kesehatan pohon yang telah ditanam melalui kegiatan penanaman kami
  3. Total pohon yang dibutuhkan untuk menyerap emisi dari semua perjalanan yang dimasukkan ke dalam aplikasi mobile kami.

Bagi yang berminat, silakan menghubungi kami melalui [email protected] atau melalui aplikasi mobile dan web kami.

Bagian C: Penanaman dan Perawatan Pohon

Pertanyaan #1: Bagaimana kami menentukan biaya penanaman dan adopsi pohon?

Jawaban: Biaya per pohon untuk proyek-proyek reforestasi dan aforestasi ditentukan oleh para mitra penanaman kami dan biasanya berbeda-beda berdasarkan lokasi, ekosistem dan faktor lain. Biaya ini biasanya mencakup:

  • Pengadaan bibit dan proses penanaman pohon, kecuali dinyatakan sebaliknya
  • Pemantauan pohon untuk 2-3 tahun dan penanaman kembali jika pohon tidak tumbuh
  • Penyediaan laporan lapangan berkala dan biaya administrasi lainnya (jika ada)

Pertanyaan #2: Siapa yang akan merawat pohon-pohon yang ditanam dan seperti apa caranya?

Jawaban: Mitra penanaman kami akan merawat pohon dan memantau pertumbuhannya berdasarkan standar praktik yang baik. Dalam pemantauan dan perawatan pohon ini, juga dipastikan bahwa pohon-pohon ini telah mendapatkan nutrien yang cukup untuk bertumbuh, penanaman kembali dilakukan jika pohon yang sudah ditanam sebelumnya tidak dapat tumbuh karena cuaca buruk atau faktor alam lainnya. dan diameter dan tinggi pohon diukur secara berkala. Selain itu, disediakan juga gambar pohon tersebut.

Pertanyaan #3: Bagaimana kegiatan penanaman pohon dilakukan?

Jawaban: Dengan semangat kebersamaan dan aksi iklim kolektif, penanaman pohon akan didanai oleh kontribusi dari berbagai individu dan organisasi dalam berbagai skala. Supaya pohon dapat tumbuh dengan baik, dibutuhkan kondisi biofisik dan cuaca yang baik di lapangan. Oleh karena itu, tidak semua pohon akan langsung ditanam begitu kontribusi Anda diterima. Selain itu, agar prosesnya lebih efisien, pohon akan ditanam bersamaan setelah mencapai jumlah tertentu. Lokasi penanaman pohon telah memiliki hak penggunaan lahan.

Pertanyaan #4: Siapa saja mitra penanaman kami?

Jawaban: Mitra penanaman kami termasuk organisasi lokal dan internasional dengan berbagai proyek di seluruh Indonesia, seperti di Kalimantan, Aceh, Jambi dan Jakarta. Masing-masing mitra menawarkan manfaat lingkungan dan sosial ekonomi yang berbeda, dari perlindungan koridor satwa liar hingga sumber mata pencaharian alternatif bagi masyarakat setempat. Bagi yang berminat, silakan mengunjungi situs web mereka untuk informasi lebih lanjut.

Bagian D: Pelibatan Publik

Pertanyaan #1: Kenapa kita harus menggunakan aplikasi mobile EMISI?

Jawaban: Bayangkan Anda adalah pengguna EMISI. Anda akan dapat menghitung, mengurangi, dan menyerap emisi perjalanan Anda sehingga Anda dapat memahami kontribusi Anda kepada perubahan iklim dan mengambil langkah langsung. EMISI akan membantu Anda mengurangi emisi perjalanan Anda berdasarkan tiga prinsip, yaitu Avoid (“apakah perjalanan ini tidak dapat dihindari? Bagaimana dengan pertemuan daring?”), Shift (“transportasi publik akan membantu Anda mengurangi emisi yang dihasilkan secara signifikan”), dan Improve (“melakukan perjalanan bersama dengan orang lain akan membantu Anda mengurangi emisi yang dihasilkan secara signfiikan”), di samping prinsip-prinsip lain. Selain itu, EMISI juga akan memberi tahu jumlah dan jenis pohon yang harus Anda tanam untuk menyerap emisi Anda secara efektif. Anda dapat menanam pohon ini sendiri atau menyediakan dana bagi mitra penanaman yang akan menanam pohon untuk Anda.

Terkait laporan perkembangan, Anda akan menerima informasi yang disebutkan di Bagian B Pertanyaan #3 melalui email dan fitur pemantauan di aplikasi setiap enam bulan. Anda juga akan mendapatkan informasi tambahan seperti total emisi dari perjalanan Anda, status pertumbuhan dan kesehatan pohon yang telah Anda tanam dan total emisi yang telah diserap oleh pohon Anda. Dengan begitu, Anda dapat memantau perkembangan pengurangan dan penyerapan emisi Anda sendiri serta memperoleh informasi transparan terkait kegiatan penanaman langsung dari kami.

Nantinya, EMISI akan terus ditingkatkan sehingga Anda akan dapat menghitung, mengurangi dan menyerap emisi dari penggunaan listrik, konsumsi makanan, penggunaan pakaian, produksi sampah dan perjalanan selain perjalanan darat. Dengan begitu, Anda dapat menghitung, mengurangi dan menyerap emisi yang Anda hasilkan dari berbagai aspek gaya hidup Anda melalui EMISI. Versi web dan Android EMISI (beta 1.0) diluncurkan pada Hari Bumi, 22 April 2020, sementara versi lengkapnya diluncurkan pada bulan Agustus 2020. Versi iOS akan dikeluarkan tidak lama lagi. Kebijakan privasi data EMISI dapat dilihat di sini.

Jawaban: Perjalanan karbon merupakan pengalaman imersif dan edukatif bagi individu dan lembaga agar mereka lebih bertanggung jawab kepada lingkungan. CarbonEthics merupakan salah satu organisasi mitra yang menawarkan perjalanan karbon tersebut. Kami bersama beberapa mitra kami juga sedang mengembangkan lebih banyak kesempatan semacam ini.

Bagian E: Peran WRI Indonesia

Pertanyaan #1: Apa peran WRI Indonesia dalam inisiatif ini?

Jawaban: Inisiatif ini adalah upaya berbagai pemangku kepentingan di berbagai sektor. Sebagai lembaga riset, WRI Indonesia menyediakan metode perhitungan emisi berbasis ilmiah serta menjadi fasilitator yang mengatur dan mengintegrasikan peran masing-masing pemangku kepentingan secara transparan.

Pertanyaan #2: Apakah WRI Indonesia berperan sebagai lembaga yang menggalang dana dari para individu yang berpartisipasi dalam inisiatif ini?

Jawaban: Sebagai yayasan nirlaba, WRI Indonesia tidak secara langsung menggalang dana dari masyarakat Indonesia. Kami hanya secara aktif mendorong masyarakat untuk mendukung para mitra kami secara langsung atau melalui platform urun dana yang terpercaya.

Pertanyaan #3: Jika prioritas utama adalah pengurangan emisi, mengapa WRI Indonesia juga mengikutsertakan penanaman pohon dan kegiatan perlindungan dalam inisiatif ini?

Jawaban: Meskipun karbon dari kegiatan kita dapat diserap, mengurangi emisi harus menjadi prioritas utama. Akan tetapi, kami melihat banyak manfaat dari penanaman dan perlindungan pohon. Melalui pohon kita dapat melihat perubahan lingkungan yang terjadi sehingga kita akan memiliki kesadaran dan rasa keberdayaan lingkungan yang lebih tinggi. Banyak juga manfaat lingkungan dan sosial, baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat dihasilkan, seperti koridor satwa liar, membantu mempertahankan kualitas udara, menghasilkan sumber mata pencaharian alternatif bagi masyarakat lokal, mengurangi risiko bencana alam, dan berbagai manfaat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *